Skip to content

Berita Populer  Minggu Ini Kebocoran Data Pengguna  Facebook

3 weeks ago

268 words

Pada beberapa hari ini kita dihebohkan oleh isu kasus skandal kebocoran data pribadi facebook. Sehingga berita ini menjadi berita popular minggu ini mungkin juga akan terus berlanjut sanpai salah satu pihak mengakuinya.

Skandal tersebut akan kita uraikan dalam berita rancah post kali ini, berbuntut pada ajakan agar Facebook segera dihapus. Salah satunya popularitas Tagar (Tanda Pagar) yang mencuitkan kata-kata #DeleteFacebook sejak selasa 20 maret kemarin dimedia social Twitter. Tagar yang mencuitkan kata-kata #DeleteFacebook kemarin pertama kali ternyata dicuitkan seorang pendiri aplikasi WhatApp pada akun Twitternya @brianactor.

Yakni (CA) Cambridge Analytica diduga juga terlibat dalam masalah kebocoran data yang diduga lebih dari 50 juta pengguna media social ini. Merekapun dituding menyalahgunakan data curian ini untuk mempengaruhi semua penguna aplikasi FaceBook supaya memilih Donald Trump ketika Pilpres AS kemarin. Cambridge Analytica ialah merupakan perusahaan miliader teknologi yang bernama Robert Mercer, ia adalah salah satu jajaranya Steve Bannon orang yang dilantik sebagai penasihat Donald Trump. Akan tetapi CA membantah dengan tegas tuduhan tersebut bahwa mereka tidak terlibat dan tidak tau msalh tersebut.

Facebookpun akhirnya angakat suara terkait apa yang terjadi dipihak dua pimpinanya yaitu Mark Zuckerberg dan wakilnya Sheryl Sandberg. Sheryl dn Mark beserta tim selalau bekerja sepenuh waktu supaya dapat mengumpulkan data-data dan fakta serta mengambil langkah yang cepat biar tepat kedepanya , karena mereka tau masalah ini bukan masalah yang gampang,”Dalam pernyataanya yang diambil dari majalah The Verge pada 21 maret kemarin’

Soalnya cuitan yang diunggah Brian tersebut dinggap berpengaruh penting mengingat WhatApp sebagai pengaruh dan juga berperan besar sebagai pengirim terbesar diseluruh dunia. Penjualanyapun ke media social FaceBook pada tahun 2014 kemarin terbilng fantastis yaitu sebesarRp 261 triliun atau setara hampir US$ 19miliar.